I made this widget at MyFlashFetish.com.

Rabu, 11 Januari 2012

Tugas 6 Sistem Informasi Akuntansi : Aplikasi Siklus Pendapatan

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berlangsung dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan2 tersebut.
Tujuan utama siklus pendapatan adalah menyediakan produk yang tepat di tempat dan waktu yang tepat dengan harga yang sesuai.

PENGENDALIAN : TUJUAN, ANCAMAN, DAN PROSEDUR
Didalam siklus pendapatan, SIA yang didesain dengan baik harus menyediakan pengendalian yang memadai untuk memastikan bahwa tujuan2 berikut ini dicapai :
1.    Semua transaksi telah diotorisasikan dengan benar
2.    Semua transaksi yang dicatat valid (benar2 terjadi)
3.    Semua transaksi yang valid, dan disahkan, telah dicatat
4.    Semua transaksi dicatat dengan akurat
5.    Asetdijaga dari kehilangan ataupun pencurian
6.    Aktivitas bisnis dilaksanakan secara efisien dan efektif



Tujuan
Tujuan sistem pendapatan dapat dirinci menjadi:
1. Menyelidiki kemampuan pembeli membayar kreditnya.
2. Mengirim barang atau mengerjakan jasa ke pembeli.
3. Menagih hasil penjualan dengan teliti dan tepat waktu.
4. Mencatat dan mengklasifikasi dengan teliti dan segera.
5. Membukukan penjualan dan penerimaan kas dg benar.
6. Melindungi barang dan kas sampai saat dikirim atau dideposit.
7. Menyiapkan berbagai dokumen dan laporan yang berhubungan dengan penjualan barang dan jasa.

Fungsi
Fungsi siklus pendapatan meliputi:
Mendapatkan pesanan dari pembeli.
Memeriksa status kredit pembeli.
Mencatat dan memproses data penjualan.
Merangkai atau membuat barang yang akan dikirim.
mengirim barang.
menagih konsumen.
Menerima pembayaran dan menyimpannya ke bank.
Menyelenggarakan catatan piutang dagang.
Memindah bukukan transaksi ke buku besar.
Menyusun laporan keuangan dan laporan lain yang
diperlukan.

INPUT DATA
  1. Transaksi penjualan dan penerimaan kas dimulai oleh pelanggan.
  2. Penjualan dari perusahaan melibatkan: tenaga penjual, referensi pelanggan dan catatan kreditnya, catatan persediaan, gudang barang jadi, pemasok (fungsi produksi), bagian pengiriman, dan angkutan.
Formulir input:
Customer order                                           -  Remittanceadvice
Sales order                                                  -  Deposit slip
Order acknowledgement                              -  Back order
Picking List                                                  -  Credit memo
Packing List                                                 -  Credit application
BL                                                               -  Salesperson call report
Shipping Notice                                            -  Delinquent notice
Sales Invoice                                                -  Write off notice
Cash Register Receipt
Sistem Pemrosesan Penerimaan Kas
l  Entri penerimaan             -  Analisa dan laporan
l  Mendepositokan             -  Piutang tak tertagih
l  Posting
Output berupa informasi:
l  Laporan dan daftar operasional
l  Laporan bulanan             -  Register pengiriman
l  Laporan open order        -  Jurnal penerimaan
l  Register faktur                 -  Register memo kredit
Laporan dan daftar operasional
Laporan dan daftar operasional
l  Laporan bulanan               -  Register pengiriman
l  Laporan open order          -  Jurnal penerimaan
l  Register faktur                  -  Register memo kredit

MANAJEMEN DATA
l  Manajemen Data:
l  Berorientasi file àmaster file (pelanggan, piutang, persediaan), transaction file (order penjualan, open order, faktur penjualan, penerimaan kas), reference file  (data harga dan pengiriman), history file (penjualan, penerimaan kas)
l  Berorientasi data-base àER diagram, struktur data logik

PENGENDALIAN INTERN
Pengendalian intern:
l  Kemungkinan Resiko
l  Pengendalian umum (organizational, documentation, asset accountability, management practice, data center operation, otorisasi, dan akses)
Pengendalian aplikasi (input, proses, dan output)

Tugas 5 Sistem Informasi Akuntansi : Aplikasi Siklus Pengeluaran

Tujuan Siklus Pengeluaran:
  1. Memastikan bahwa semua barang atau jasa dipesan sesuai kebutuhan.
  2. Menerima semua barang yg dipesan dan memastikan barang tsb dalam kondisi baik.
  3. Mengamankan barang hingga diperlukan.
  4. Memastikan bahwa faktur berkaitan dg barang atau jasa sah dan benar.
  5. Mencatat dan mengklasifikasikan pengeluaran dan pengeluaran kas dg cepat dan akurat.
  6. Mem-posting kewajiban dan pengeluaran kas pada rekening supplier yg tepat pada buku besar dan buku pembantu hutang.
  7. Memastikan bahwa semua pengeluaran kas sesuai dengan pengeluaran yg telah diotorisasi
Data input:
          Sumber input: catatan persediaan untuk transaksi pembelian dan tagihan dari suplier untuk transaksi pengeluaran kas.
Formulir input:
          Permintaan pembelian 
          Order pembelian                            
          Laporan penerimaan     
          Faktur dari pemasok      
          Voucher pengeluaran
          Cek pengeluaran
          Memo debet
          Formulir pemasok baru
          Proposal permintaan
Formulir input:
          Permintaan pembelian 
          Order pembelian                            
          Laporan penerimaan     
          Faktur dari pemasok      
          Voucher pengeluaran
          Cek pengeluaran
          Memo debet
          Formulir pemasok baru
          Proposal permintaan
Pemrosesan Data:
          Sistem pemrosesan hutang dan pembelian (pembelian, penerimaan, hutang).
          Sistem pemrosesan pengeluaran kas (pengeluaran untuk petty-cash, pengeluaran kas untuk tujuan lain).
          Sistem procurement card.
          Sistem berbasis Web.
Output berupa informasi:
          Laporan operasional (faktur/register voucher, register cek, laporan open order pembelian, open faktur, status persediaan, pengiriman yg terlambat)
          Tampilan layar
          Laporan manajerial terjadwal (skedul umur hutang, analisa pembelian, kinerja pemasok, laporan faktor2 kritis)
          Laporan manajerial sesuai permintaan.
Manajemen data:
          Berorientasi File à file master (pemasok, hutang, persediaan), file transaksi (order pembelian, open order pembelian, file faktur pemasok, open voucher, pengeluaran kas), file referensi dan history pemasok.
          Berorientasi data-based: diagram ER dan struktur logik siklus pengeluaran.
Pengendalian intern:
          Kemungkinan Resiko (Kiting)
          Pengendalian umum (organizational, documentation, asset accountability, management practice, data center operation, otorisasi, dan akses)
          Pengendalian aplikasi (input, proses, dan output) dan prosedur pengamanan WEB (keaslian, otorisasi, akuntabilitas, transmisi data, dan DRCP)

Akun-akun terkait:
o  Debet:
n  Sediaan Barang Dagangan
n  Sediaan Bahan Baku
n  Pembelian
n  Persekot Biaya
n  Aktiva Tetap
n  Aktiva Lain
o  Kredit:
n  Utang Usaha (Utang Voucher)
n  Kas
n  Diskon Pembelian
n  Retur Pembelian
Risiko Bawaan:
o  Faktor umum yang mendorong manajemen melakukan salah saji  asersi siklus pengeluaran, seperti:
n  Tekanan untuk mengurangsajikan (understate) biaya
n  Tekanan untuk mengurangsajikan utang
n  Kerentanan harga bahan baku dan produk
n  Risiko kecurangan yang dilakukan karyawan
n  Volume transaksi tinggi
n  Pembelian dan pembayaran tidak sah
n  Penggelapan aktiva yang dibeli
n  Pembayaran dobel atas faktur pembelian
n  Issue akuntansi yang tidak jelas (seperti perlakuan biaya reparasi dan pemeliharaan, klasifikasi sewa sebagai operating atau capital lease)
Pertimbangan Komponen Pengendalian Internal
o  Lingkungan Pengendalian
o  Penilaian Risiko oleh Manajemen
o  Informasi dan Komunikasi (Sistem Akt)
o  Monitoring
o  Aktivitas Pengendalian
Monitoring
o  Aktivitas monitoring yang harus diketahui auditor:
n  Umpan balik yang berjalan dari pemasok klien dalam hal ada masalah pembayaran atau pengiriman yang akan datang
n  Komunikasi dari auditor eksternal sehubungan dengan reportable condition atau kelemahan material yang relevan yg ditemukan audit sebelumnya
n  Penilaian berkala oleh auditor internal atas kebijakan dan prosedur yang terkait dengan siklus pengeluaran
Dokumen dan catatan dlm siklus pengeluaran:
o  Purchase requisition
o  Purchase order
o  Receiving  report
o  Vendor invoice
o  Voucher
o  Exception report
o  Voucher summary
o  Voucher register
o  Approved vendor Invoice
o  Open purchase order file
o  Receiving file
o  Purchase Transaction file
o  Accounts Payable master file
o  Suspense file

Rabu, 23 November 2011

Tugas 4 Sistem Informasi Akuntansi : Model Data dan Design Database

Model Data dan Design Database

Model basis data menyatakan hubungan antar rekaman yang tersimpan dalam basis data. Model dasar yang paling umum ada tiga macam, yaitu: model hirarkis, model jaringan dan model relasional. Pada perkembangannya, model relasional lebih mudah di dalam implementasinya.

Pada basis data relasional ini, basis data akan dinyatakan dalam bentuk tabel-tabel dua dimensi. Setiap tabel terdiri atas lajur mendatar yang disebut dengan baris (row/record) dan lajur vertikal yang disebut kolom(column/field). Baris-baris ini akan tersusun membentuk satu tabel, yang biasanya tersimpan dalam satu file. Tabel-tabel ini secara keseluruhan merupakan penyajian dari atribut data yang saling berhubungan.


Proses Design Sistem Basis Data

Basis Data biasanya merupakan salah satu bagian dari suatu sistem informasi yang besar yang antara lain terdiri dari:

•Data
•Perangkat lunak DBMS
•Perangkat keras komputer
•Perangkat lunak dan sistem operasi komputer
•Program-program aplikasi
•Pemrogram, dll

Proses Design Basis Data
1. Pengumpulan dan analisa requirement
2. Design basis data conceptual
3. Pemilihan DBMS
4. Mapping dari conceptual ke logical
5. Physical Design
6. Implementasi

Keenam phase dalam proses design tidak perlu dilaksanakan secara mutlak, mungkin ada umpan balik antar phase dan dalam masing-masing phase.

Diagram Hubungan Entitas

Diagram Hubungan Entitas atau entity relation diagram merupakan model data berupa notasi grafis dalam pemodelan data konseptual yang menggambarkan hubungan antara penyimpan. Model data sendiri merupakan sekumpulan cara, peralatan untuk mendeskripsikan data-data yang hubungannya satu sama lain, semantiknya, serta batasan konsistensi. Model data terdiri dari model hubungan entitas dan model relasional. Diagram hubungan entitas ditemukan oleh Peter Chen dalam buku Entity Relational Model-Toward a Unified of Data. Chen mencoba merumuskan dasar-dasar model dan setelah itu dikembangkan dan dimodifikai oleh Chen dan banyak pakar lainnya. Pada saat itu diagram hubungan entitas dibuat sebagai bagian dari perangkat lunak yang juga merupakan modifikasi khusus, karena tidak ada bentuk tunggal dan standar dari diagram hubungan entitas.

Diagram hubungan entitas digunakan untuk mengkonstruksikan model data konseptual, memodelkan struktur data dan hubungan antar data dan mengimplementasikan basis datasecara logika maupun secara fisik dengan DBMS (Database Management system). Dengan diagram hubungan entitas ini kita dapat menguji model dengan mengabaikan proses yang harus dilakukan. Diagram hubungan entitas dapat membantu dalam menjawab persoalan tentang data yang diperlukan dan bagaimana data tersebut saling berhubungan.

Model ER merupakan suatu model untuk menjelaskan hubungan antara data dalam suatu database, dimana model ini menggunakan Diagram yang menjelaskan hubungan antara Entity dan bagaimana hubungan setiap Entity dengan Entity lain atau Relationship. Model E-R diperkenalkan oleh Peter Chen pada tahun 1976, walaupun sebelumnya prinsip relational database ini pertama kali dibahas oleh E.F. Codd dalam seminal papernya yang berjudul “A Relational model of data for large shared data banks” tahun 1970.

Setiap Organisasi dapat menggunakan diagram ER ini untuk memodelkan seluruh transaksi bisnisnya dan juga untuk berbagai keperluan bisnis lainnya. Diagram ER tidak saja menggambarkan isi dari suatu database tetapi secara grafis dapat meperlihatkan model organisasi terkait.

Model Data REA (Resource Event Agent)

Model REA adalah suatu alat pemodelan konseptual yang khusus dirancang untuk melengkapi struktur dalam perancangan database SIA. Model ini berfokus pada aspek semantic bisnis yang mendasari aktivitas rantai nilai suatu organisasi, sehingga tidak semua kegiatan bisnis digambarkan dalam model tersebut namun harus diidentifikasi terlebih dahulu entitas apa yang seharusnya dimasukkan dalam database. Agak berbeda dengan pendekatan ER, Model REA mengklasifikasikan entity menjadi tiga kategori, yaitu: Resources, Events, dan Agents. 



Resources didefinisikan sebagai sesuatu yang memiliki nilai ekonomis bagi organisasi tersebut. Events menunjukkan aktivitas-aktivitas bisnis, dimana manajemen ingin mengumpulkan informasi untuk tujuan perencanaan atau pengawasan. Agents adalah orang dan organisasi yang berpartisipasi dalam aktivitas dan kepada siapa informasi diserahkan untuk tujuan perencanaan, pengawasan, dan pengevaluasian.

Dalam Model REA data dimodelkan dengan mengikuti pola dasar R-E-A dimana setiap Entity event dihubungkan dengan Entity resources yang berpengaruh secara langsung atau tidak langsung. Setiap Entity event juga dihubungkan dengan Entity agent.

Jumat, 18 November 2011

Tugas 3 Sistem Informasi Akuntansi : E-Business

Pengertian dan model E-Business :
Electronic business, commonly referred to as "eBusiness" or "e-business", or an internet business, may be defined as the application of information and communication technologies (ICT) in support of all the activities of business. Commerce constitutes the exchange of products and services between businesses, groups and individuals and can be seen as one of the essential activities of any business. Electronic commerce focuses on the use of ICT to enable the external activities and relationships of the business with individuals, groups and other businesses.
The term "e-business" was coined by IBM's marketing and Internet teams in 1996.
Electronic business methods enable companies to link their internal and external data processing systems more efficiently and flexibly, to work more closely with suppliers and partners, and to better satisfy the needs and expectations of their customers.
In practice, e-business is more than just e-commerce. While e-business refers to more strategic focus with an emphasis on the functions that occur using electronic capabilities, e-commerce is a subset of an overall e-business strategy. E-commerce seeks to add revenue streams using the World Wide Web or the Internet to build and enhance relationships with clients and partners and to improve efficiency using the Empty Vessel strategy

§ E-shops
§ E-commerce
§ E-procurement
§ E-malls
§ E-auctions
§ Virtual Communities
§ Collaboration Platforms
§ Third-party Marketplaces
§ Value-chain Integrators
§ Value-chain Service Providers
§ Information Brokerage
§ Telecommunication
§ Customer relationship

Pengaruh E-Business :
Operasi internal, sumber daya manusia, dan infrastuktur. Teknologi komunikasi tingkat lanjut dapat secara
signifikan meningkatkan effisiensi operasi internal. Peningkatan akses ke informasi juga dapat secara signifikan
meningkatkan perencanaan. Pada sumber daya manusia, aktifitas ini mendukung untuk effisiensi dan efektifitas
dalam aktifitas utama.

Outbound Logistic. Akses yang tepat waktu dan akurat atas informasi rinci tentang pengiriman memungkinkan
penjual mengurangi biaya tranportasi melalui cara pengiriman gabungan ke para pelanggan yang dekat
lokasinya satu dengan yang lainnya. Informasi yang lebih tepat waktu tentang penjualan dapat membantu
pabrik mengoptimalkan jumlah persediaan yang ditanggungnya.

Penjualan dan Pemasaran. Perusahaan dapat menciptakan katalog elektronik di Website mereka untuk
mengotomatisasikan input pesanan penjualan. Kemampuan ini tidak hanya memungkinkan para pelanggan
menyampaikan pesanan saat mereka menginginkannya, tetapi juga dapat secara signifikan mengurangi jumlah
staf dengan cara meniadakan telepon, surat-menyurat atau pengiriman faks.

Pelayanan dan dukungan Purnajual. E-business dapat secara signifikan meningkatkan kualitas dukungan
purnajual ke para pelanggan.

Infrastruktur E-Business :
1. Validitas
Kedua pihak dalam suatu transaksi harus dapat menyatakan keaslian identitas kedua belah pihak untuk
memastikan bahwa transaksi valid dan sah. Pembeli yang tidak boleh menyampaikan pesanan yang membuat
penjual harus menyediakan waktu dan sumber daya untuk memenuhi pesanan tersebut. Sebaliknya, penjual
tidak boleh dibiarakan untuk berusaha mendapatkan pesanan dan kemudian mengingkarinya.

2. Integritas
Kedua pihak dalam satu transaksi harus yakin bahwa informasi yang dipertukarkan akurat dan tidak diubah
selama proses transmisi.

3. Privasi
Privasi atau kerahasiaan transaksi bisnis dan informasi apapun yang dipertukan dalam transaksi tersebut harus
disimpan dengan baik, jika diinginkan oleh salah satu pihak.

Kunci keberhasilan E-Business :

1. Fokus. Produk-produk yang dijual di internet harus menjadi bagian yang fokus dari masing-masing manajer produk.
2. Banner berupa teks, karena respons yang diperoleh dari banner berupa teks jauh lebih tinggi dari banner berupa gambar.
3. Ciptakan 2 level afiliasi. Memiliki distributor penjualan utama dan agen penjualan kedua yang membantu penjualan produk/bisnis.
4. Manfaatkan kekuatan e-mail. E-mail adalah aktivitas pertama yang paling banyak digunakan di Internet, maka pemasaran dapat dilakukan melalui e-mail atas dasar persetujuan.
5. Menulis artikel. Kebanyakan penjualan adalah hasil dari proses edukasi atau sosialisasi, sehingga produk dapat dipasarkan melalui tulisan-tulisan yang informatif.
6. Lakukan e-Marketing. Sediakan sebagian waktu untuk pemasaran secara online.
7. Komunikasi instan. Terus mengikuti perkembangan dari calon pembeli atau pelanggan tetap untuk menjaga kepercayaan dengan cara komunikasi langsung.

Contoh Nyata :
Thread khusus di forum lokal KASKUS yang bernama FJB atau Forum Jual Beli, disana terdapat aktivitas jual beli layaknya sebuah pasar secara nyata. Segala macam barang bisa didapatkan disana. Cara pembayaran pun bermacam-macam, jika penjual lokasinya jauh biasa menggunakan sistem transfer uang ke rekening bank tertentu lalu setelah konfirmasi barang akan dikirimkan langsung ke alamat si pembeli tersebut.


Kamis, 27 Oktober 2011

Tugas 2 Sistem Informasi Akuntansi : Laporan Neraca





Aktiva Lancar :
  • Kas dan bank
  • Piutang dagang anggota
  • Persediaan
  • Biaya dibayar dimuka

Pengertian Aktiva Lancar adalah adalah harta / asset / sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan yang habis dalam sekali pakai.


Aktiva Tetap :
  • Tanah
  • Gedung
  • Kendaraan
  • Peralatan

Pengertian Aktiva Tetap adalah harta yang dimiliki oleh perusahaan yang tidak habis dalam sekali pakai.


Kewajiban Lancar :
  • Simpanan sukarela
  • Utang dagang anggota
  • Utang dagang bukan anggota
  • Utang bank
  • Program yang masih harus diadakan

Hutang lancar adalah kewajiban-kewajiban yang akan diselesaikan pembayarannya dengan menggunakan sumber-sumber ekonomi yang diklasifikasikan sebagai aktiva lancar atau dengan menciptakan utang yang baru.

Modal adalah kekayaan pemilik perusahaan yang ditanamkan, besarnya merupakan selisih antara Harta dan Utang (M=H-U)








Kamis, 20 Oktober 2011

Nokia 5800 firmware 60.0.003

Nokia baru saja memberikan update untuk seri 5800 XpressMusic dari 52.0.007 ke firmware versi 60.0.003. Perubahan paling utama ada pada browser yang menggunakan seri Symbian Anna dan Nokia Maps ke versi 3.06.


Berikut adalah daftar perubahan yang terjadi setelah update ke firmware 60.0.003 :

  • Symbian Anna web browser versi 7.3.1.33
  • Nokia Maps versi 3.06
  • Support International Domain Names (IDN)
  • Support karakter non-ASCII seperti bahasa arab dan chinese
  • Performa web browsing yang lebih baik
  • Performa penjelajahan menu yang lebih baik
  • Swipe to unlock screen
Dan yang paling keren adalah swipe to unlock screen seperti iPhone dan Android, dimana kita bisa unlock screen dengan swipe di layar ketika layar sedang terkunci.
Update bisa dilakukan secara Over The Air lewat *#0000# lalu Options > Check for updates atau bisa lewat menu SW update atau bisa menggunakan Nokia Ovi Suite versi terbaru. Update firmware 60.0.003 ini berukuran sekitar 7MB.

Akhirnya muncul update setelah update terakhir (52.0.007) sekitar setahun yang lalu. Bener-bener dianaktirikan deh ini Symbian 9.4 5th sama si Nokia....

Rabu, 05 Oktober 2011

Tugas 1 Sistem Informasi Akuntansi : Ruang Lingkup SIA

Sistem informasi akuntansi adalah serangkaian dari satu atau lebih komponen yang saling berelasi dan berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan, yang terdiri dari pelaku, serangkaian

prosedur, dan teknologi informasi.
(Romney&Steinbart, 2000)



Fungsi Utama Sistem Informasi Akuntansi
Ada 3 fungsi utama dari system informasi akuntansi bagi perusahaan, yaitu:                                          
a. Mengumpulkan dan menyimpan data dari semua aktivitas dan transaksi perusahaan
b. Memproses data menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan yang memungkinkan bagi pihak manajemen untuk melakukan perencanaan, mengeksekusi perencanaan dan mengontrol aktivitas
c. Menyediakan kontrol yang cukup untuk menjaga aset dari organisasi, termasuk data. kontrol ini memastikan bahwa data akan tersedia ketika dibutuhkan dan data tersebut akurat dan dapat dipercaya. (Romney &
Steinbart, 2000)

Tujuan Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
Salah satu tujuan dari pengembangan sistem informasi akuntansi adalah untuk menambah nilai bagi perusahaan.
Sistem informasi akuntansi dapat memberi nilai bagi perusahaan dengan:
a. Informasi yang akurat dan tepatwaktu.
b. Penerapan sistem informasi akuntansiyang meningkatkan kualitas danmengurangi biaya.
c. Meningkatkan pengambilan keputusanyang tepat.
d. Meningkatkan pembagian pengetahuan
(knowledge sharing).

Subsistem Dasar dalam Sistem Informasi Akuntansi
Subsistem dasar dalam sistem informasi akuntansi ada 5 siklus subsistem yang terdiri dari pelaku, serangkaian prosedur, dan teknologi informasi. (Romney & Steinbart, 2000), yaitu:
a. Expenditure Cycle (Siklus Pembelian)
b. Production Cycle/Conversion Cycle (Siklus Produksi)
c. Revenue Cycle (Siklus Penjualan)
d. Human Resource/Payroll Cycle (SiklusPenggajian)
e. Financing Cycle (Siklus Keuangan)

Kelima siklus di atas memberikan data transaksi pada General Ledger & Reporting Systems (Siklus Pencatatan) untuk pencatatan dan komunikasi
informasi. General Ledger & Reporting Systems meliputi semua kegiatan yang berhubungan dengan penyiapan laporan keuangan dan laporan manajerial lainnya, termasuk transaksi yang tidak rutin dan jurnal penyesuaian yang beraneka ragam. (Romney & Steinbart,
2000)

Proses dan Siklus Akuntansi
Akuntansi adalah proses dari 3 aktivitas yaitu: mengidentifikasi, mencatat, dan mengkomunikasikan kejadian ekonomi dari sebuah organisasi. Proses pertama adalah identifikasi, yaitu aktivitas memilih kegiatan yang termasuk kegiatan ekonomi. Proses kedua adalah pencatatan, yaitu semua kejadian ekonomi tersebut dicatat untuk menyediakan sejarah dari kegiatan keuangan dari organisasi tersebut 
Proses ketiga adalah komunikasi, informasi yang telah didapat dari identifikasi dan pencatatan tidak akan berguna bila tidak dikomunikasikan. informasi ini dikomunikasikan melalui persiapan dan distribusi dari laporan akuntansi, yang paling umum disebut sebagai laporan keuangan. Sistem informasi akuntansi tidak lepas dari siklus akuntansi yang meliputi

Analisis transaksi bisnis, seperti pengumpulan bukti-bukti transaksi yang terjadi
b. Menjurnal transaksi-transaksi tersebut
c. Mem-posting jurnal tersebut ke buku besar (general ledger)
d. Menyiapkan neraca saldo
e. Menjurnal dan mem-posting penyesuaian (jurnal penyesuaian)
f. Menyiapkan neraca penyesuaian
g. Menyiapkan laporan keuangan, berupa laporan laba rugi (income statement), laporan perubahan modal (statement ofequity) dan neraca saldo (balance sheet)
h. Menjurnal dan mem-posting penutup (jurnal penutup)
i. Menyiapkan neraca penutup.

Arti Penting SIA
· SIA menjadi faktor penting dalam pengambilan keputusan
· SIA akan memenuhi kebutuhan informasi
o internal: management accounting
o eksternal: financial accounting
· Informasi akuntansi mempunyai 2 peran:
o untuk mengidentifikasi situasi yang diperlukan untuk mengambil
keputusan
o mengurangi ketidakpastian

Bagaimana SIA memberikan value bagi bisnis?
· Value chain
· Value-added (customer & business) vs non-value-added
· IT disini digunakan untuk:
o memaksimumkan aktifitas customer-value-added
o meminimumkan cost dan memaksimumkan efektifitas aktivitas businees
value added
o mengurangi non-value-added activity

Menggunakan SIA untuk memberikan value bagi bisnis
· memperbaiki produk atau jasa dengan meningkatkan kualitas dan mengurangi
cost
· meningkatkan efisiensi
· tersedianya informasi yang tepat waktu dan dapat dipercaya untuk mengambil
keputusan
· memberikan competitive advantage
· memperbaiki komunikasi
· memperbaiki pemakaian pengetahuan