I made this widget at MyFlashFetish.com.

Senin, 25 November 2013

Pernikahan dini

ISD 3 : PEMUDA DAN SOSIALISASI

PENDAHULUAN

Pemuda adalah sekolompok orang yang mempunyai semangat dan sedang dalam tahap pencarian jati diri. Pemuda juga merupakan generasi penerus bangsa. Beberapa orang mengatakan, pemuda tidak dilihat dari usianya melainkan dari semangatnya. Maju mundurnya suatu bangsa tidak lepas dari peranan para pemuda. Karena kalau bukan para pemuda pemuda, siapa lagi yang akan meneruskan perjuangan bangsa kita kedepannya.
Sosialisasi adalah proses yang membantu individu melalui media pembelajaran dan penyesuaian diri, bagaimana bertindak dan berpikir agar ia dapat berperan dan berfungsi, baik sebagai individu maupun sebagai anggota masyarakat.Kedua definisi diatas sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia di muka bumi ini, untuk saling bersosialisasi antara satu sama lain.

Masalah-masalah yang menyangkut generasi muda dewasa ini adalah:

1.   Dirasakan menurunnya jiwa nasionalisme, idealisme dan patriotisme di kalangan generasi muda

2.   Kekurangpastian yang dialami oleh generasi muda terhadap masa depannya

3.   Belum seimbangnya jumlah generasi muda dengan fasilitas pendidikan yang tersedia

4.   Kurangnya lapangan dan kesempatan kerja
.
5.   Kurangnya gizi yang dapat menghambat pertumbuhan badan dan perkembangan kecerdasan

6    Masih banyaknya perkawinan-perkawinan di bawah umur

7.   Adanya generasi muda yang menderita fisik dan mental

8.   Pergaulan bebas

9.   Meningkatnya kenakalan remaja, penyalahagunaan narkotika

10.  Belum adanya peraturan perundang-undangan yang mengangkut generasi muda.

Sosialisasi mempunyai tujuan sebagai berikut :

1. memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat

2. mengembangkan kemampuan berkomunikasi secara efektif

3. membantu mengendalikan fungsi-fungsi organic yang dipelajari melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.

4. Membiasakan diri berperilaku sesuai dengan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada di masyarakat.

http://dadangdaelimi.wordpress.com/2012/10/27/pemuda-dan-sosialisasi/



Melalui proses sosialisasi, seorang pemuda akna terwarnai cara berpikir dan kebiasaan-kebiasaan hidupnya. Dengan demikian, tingkah laku seseorang akan dapat diramalkan. Dengan proses sosialisasi, seseorang menajdi tahu bagaimana ia mesti bertingkah laku di tengah-tengah masyarakat dan lingkungan budayanya. Dari keadaan tidak atau belum tersosialisasi, menjadi manusia masyarakat dan beradab. Kedirian dan kepribadian melalui proses sosialisasi dapat terbentuk. Dalam hal ini sosialisasi diartikan sebagai proses yang membantu individu melalui belajar dan menyesuaikan diri, bagaiman cari hidup dan bagaimana cara berpikir kelompoknya gar dapat berperan dan berfungsi dalam kelompoknya. Sosialisasi merupakan salah satu proses belajar kebudayaan dari anggota masyarakat dan hubungannya degnan sistem sosial.

Proses sosialisasi banyak ditentukan oleh susunan kebudayaan dan lingkungan sosial yang bersangkutan. Berbeda dengan inkulturasi yang mementingkan nilai-nilai dan norma-norma kebudayaan dalam jiwa individu, sosialisasi dititik beratkan pada soal individu dalam kelompok melalui pendidikan dan perkembangannya. Oleh karena itu proses sosialisasi melahirkan kedirian dan kepribadian seseorang. Kedirian (self) sebagai suatu prosuk sosialisasi, merupakan kesadaran terhadap diri sendri dan memandang adanya pribadi orang lain di luar dirinya. Kesadaran terhadap diri sendiri membuat timbulnya sebutan “aku” atau “saya” sebagai kedirian subyektif yang sulit dipelajari

CONTOH KASUS

KASUS PERNIKAHAN DINI DI KABUPATEN PASURUAN MASIH BANYAK

SUARA PASURUAN - Sekalipun belum ada catatan resmi mengenai jumlahnya, akan tetapi kasus pernikahan dini di Kabupaten Pasuruan masih terjadi, terutama di daerah-daerah perbatasan maupun jauh dari sentuhan teknologi.
Hal itu seperti yang dikatakan Achmad Rofi'i, Kasi Urusan Agama Islam (URAIS) di Kemenag Kabupaten Pasuruan, saat menjadi pembicara dalam sosialisasi bahayanya pernikahan dini, di MAN Bangil, rabu (07/11).
Menurutnya, kasus pernikahan dini kerapkali terjadi, khususnya di daerah dengan tingkat pendidikan rendah, seperi kecamatan lekok, grati, nguling, maupun di daerah yang memiliki kultur budaya yang masih melekat, seperti kecamatan tosari.
"Memang tidak ada laporan langsung dari semua KUA (Kantor Urusan Agama) di 24 kecamatan. Akan tetapi, kami memastikan masih banyak kasus pernikahan dini di Kabupaten Pasuruan, terutama pada wilayah yang tingkat kesadaran akan pendidikan masih rendah," ujar pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kasi Haji dan Umroh itu.
Ditanya mengenai penyebab masih banyaknya kasus pernikahan dini di kabupaten pasuruan, secara terang-terangan Rofi'i menegaskan, ada beberapa faktor, di antaranya faktor ekonomi, pendidikan, serta masalah budaya.
Untuk masalah ekonomi, Rofi'i mengatakan, mayoritas penduduk yang tinggal di daerah perbatasan, lepas pantai maupun pegunungan bermata pencaharian sebagai petani, nelayan, maupun peternak sapi hingga buruh, yang tergolong berada pada tingkat ekonomo menengah ke bawah.
"Aktivitas pemuda dan anak-anak umumnya membantu orang tuanya bertani atau profesi lainnya. Dengan tantangan hidup seperti itu, dampak pada tingkat kesadaran pendidikan, mereka kurang memperhatikan tentang masalah pendidikan," kata Rofi'i sesaat setelah memberikan sambutannya di hadapan 300 pelajar MAN Bangil yang memenuhi aula sekolah tersebut.
Sementara untuk permasalahan pendidikan, terlebih keinginan untuk bersekolah, menurut Rofi'i merupakan aktivitas sampingan bagi kebanyakan anak-anak dan remaja di daerah dengan tingkat kesadaran pendidikan yang rendah, terlebih karena hari-harinya sudah disibukkan dengan membantu orang tuanya. 
"Umumnya remaja dan anak - anak diajarkan tata cara bertani dan beternak yang baik, di samping sebagai pembekalan untuk menghidupi dirinya dan keluarganya kelak ketika ia sudah dewasa. Kebanyakan warga desa kurang memperhatikan tingkat kematangan kepribadian individu saat melangsungkan pernikahan. Mereka umumnya menikah pada masa remaja, tatkala masih baru pertama mempunyai rasa suka terhadap lawan jenis dan tingkat pendewasaan yang belum sempurna," imbuh Rofi'i kepada Radio Suara Pasuruan.
Dari semua permasalahan yang terjadi di Kabupaten Pasuruan menurut Rofi'i, harus segera dicarikan jalan keluar, terutama untuk semakin mengurangi  tingginya kasus pernikahan dini.
Beberapa cara dapat ditempuh, di antaranya pendirian sekolah baru setingkat SLTP, Menambah tenaga pendidik untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik, Penyuluhan terkait pernikahan dini, khususnya untuk mengubah tradisi tentang pernikahan dini dengan berbagai dampak buruknya, serta penanaman tentang pernikahan dini sejak dini, kepada warga dengan berbagai dampak negatifnya. 
"Semuanya harus kompak, demi tercapainya kabupaten pasuruan yang bebas dari pernikahan dini," pungkasnya. (EMIL)

 http://107fm.pasuruankab.go.id/content-829-kasus-pernikahan-dini-di-kabupaten-pasuruan-masih-banyak.html
PENDAPAT PRIBADI

Salah satu contoh masalah yang berhubungan dengan pemuda dan sosialisasi adalah, masalah pernikahan usia dini yang meningkat jumlahnya.

Angka pernikahan dini semakin meningkat dengan usia yang cukup muda. Ini dikarenankan sosialisasi kepada penduduk usia muda dan masih tergolong produktif akan pentingnya keluarga berencana dan pernikahan di usia yang cukup matang. Ada beberapa kalangan usia muda saat ini yang mereka sudah merasa mampu secara finansial walaupun belum terlalu memadai tapi memaksakan untuk menikah. Pergaulan bebas bisa juga menjadi masalah berikutnya, menyebabkan pernikahan dini yang tidak diinginkan, kelahiran anak yang tidak direncanakan dll.

Perceraian di kalangan artis

ISD 2 : Individu, keluarga dan masyarakat

PENDAHULUAN
 
Individu berasal dari kata yunani yaitu “individium” yang artinya “tidak terbagi”. Dalam ilmu sosial paham individu, menyangkut tabiat dengan kehidupan dan jiwa yang majemuk, memegang peranan dalam pergaulan hidup manusia. Individu merupakan kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan bukan sebagai manusia keseluruhan. Maka dapat disimpulkan bahwa individu adalah manusia yang memiliki peranan khas atau spesifik dalam kepribadiannya. Dan terdapat tiga aspek dalam individu yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis rohaniah, dan aspek sosial. Dimana aspek aspek tersebut saling berhubungan. Apabila salah satu rusak maka akan merusak aspek lainnya.

Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
     Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.

Dari pengertian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa keluarga adalah :

  • Unit terkecil dari masyarakat
  • Terdiri atas 2 orang atau lebih
  • Adanya ikatan perkawinan atau pertalian darah
  • Hidup dalam satu rumah tangga
  • Di bawah asuhan seseorang kepala rumah tangga
  • Berinteraksi diantara sesama anggota keluarga
  • Setiap anggota keluarga mempunyai peran masing-masing
  • Diciptakan, mempertahankan suatu kebudayaan


Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
  1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
  2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-nmata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
  3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
http://rismanmhmmd.wordpress.com/2012/12/28/individu-keluarga-dan-masyarakat/

CONTOH KASUS

Ahmad Dhani ke Dul: Ini Kecelakaan Luar Biasa

 Jakarta - Setelah bisa berkomunikasi dan merespon dengan baik, Dul langsung mendapat nasihat dari sang ayah, Ahmad Dhani. Kepada Dul, Dhani bilang bahwa kecelakaan di Tol Jagorawi itu adalah kecelakaan luar biasa.

"Saya bilang ini kecelakaan luar biasa. Kamu jangan coba-coba sekali lagi, menguji kesaktianmu, se-Indonesia udah tahu kesaktianmu, jangan coba coba lagi," kata Dhani ditemui di RSPI, Jakarta Selatan, Rabu (11/9/2013).

"Karena uji cobamu ini cukup parah di badan kamu. Sehingga saya kasih tahu ini cuma luka yang banyak tapi tidak serius," kata Dhani mengulangi wejangannya kepada Dul.

 Bos Republik Cinta Manajemen itu melanjutkan, meski ia sudah memberitahu Dul soal dampak buruknya dari kecelakaan tersebut, Dul tetap dijauhi dari segala pemberitaan mengenai peristiwa tersebut.

"Saya mungkin akan menjauhkan dari berita-berita sampai mentalnya udah kuat bener. Sampai saat ini Dul belum tahu kecelakaan ini menewaskan enam orang dan membuat celaka orang lainnya. Dia tahu cuma kecelakaan dan badan dia hancur," ungkapnya.

Saat ini Dhani telah memenuhi panggilan pemeriksaan dari kepolisian. Ia tiba di kantor Ditlantas Polda Metro Jaya setelah dua kali absen.

 http://hot.detik.com/read/2013/09/11/222715/2356324/230/ahmad-dhani-ke-dul-ini-kecelakaan-luar-biasa

 
PENDAPAT PRIBADI

Contoh kasus yang berhubungan dengan indiividu keluarga dan masyarakat adalah kasus perceraian kedua orang tua yang bisa menyebabkan perkembangan pergaulan anak menjadi terganggu. Misalnya perceraian di kalangan artis yang notabene public figure, kehidupan mereka akan selalu tersorot oleh masyarakat. Salah satunya menyebabkan si anak menjadi broken home, rindu akan keharmonisan yang dulu pernah terjadi. Akhirnya si anak menjadi terjerumus kedalam hal yang negatif, narkoba, kenakalan remaja dll.

Hubungan antara penduduk, masyarakat dan kebudayaan

ISD 1 : PENDUDUK, MASYARAKAT DAN KEBUDAYAAN

PENDAHULUAN

Keterkaitan antara penduduk, masyarakat, dan kebudayaan merupakan konsep suatu hubungan yang saling bertautan satu dengan yang lain. Antara penduduk dengan masyarakat, dan antara masyarakat dengan kebudayaan itu sendiri saling mempunyai hubungan-hubungan mendasar. Contohnya saja hubungan antara penduduk dengan masyarakat. Pada suatu daerah tertentu, tentu saja terdapat orang-orang yang bermukim atau biasa di sebut penduduk. Penduduk-penduduk tersebut setiap harinya saling melakukan interaksi sosial, sehingga kita dapat menyebut bahwa mereka hidup sebagai masyarakat. Dengan menyimpulkan contoh diatas, kumpulan penduduk yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu yang cukup lama dapat kita simpulkan sebagai masyarakat yang tinggal dalam suatu wilayah tertentu pula. Dalam maksud yaitu penduduk dalam arti umum, yaitu kelompok manusia atau kelompok orang.

Kemudian antara masyarakat dan kebudayaan juga mempunyai hubungan yang cukup erat. Dimana masyarakat sendiri tidak akan bisa hidup tanpa adanya keikutsertaan aspek-aspek kebudayaan dalam kehidupan mereka. Dan kebudayaan itu sendiri tidak dapat muncul dan berkembang apabila tidak ada masyarakat di dalamnya. Serta dengan masyarakat itulah kebudayaan di suatu daerah dapat berkembang. Hubungan saling membutuhkan inilah yang membuat masyarakat dan kebudayaan saling berkaitan.

Adapun dibawah ini adalah beberapa definisi dan penjelasan lanjut tentang penduduk, masyakarakat dan kebudayaan :

  • Penduduk  : Orang yang mendiami suatu wilayah tertentu dan dalam waktu tertentu yang cukup lama. Dalam pengertian yang lebih luas, penduduk merupakan orang atau organisme sejenis baik manusia, hewan, dan tumbuhan yang hidup, tinggal, dan berkembang biak dalam suatu wilayah tertentu.
  • Masyarakat : Kelompok individu-individu yang saling melakukan interaksi dalam kehidupan mereka terutama melakukan interaksi sosial yang berkembang dalam cakupan wilayah tertentu yang cukup luas. Dalam artian, kehidupan sebagai makhluk sosial inilah yang menjadikan individu-individu tersebut menjadi masyarakat.
  • Kebudayaan : Kebudayaan ini sangat erat kaitannya dengan masyarakat. Menurut Selo Soemadrjan Soelaiman Soemardi, kebudayaan merupakan sarana hasil karya, cipta, dan rasa masyarakat. Kebudayaan dalam perwujudannya antara lain misalnya, perilaku, seni, religi/keyakinan, bahasa, pola berpikir dll.
Masalah Kependudukan :

Kemiskinan, Meningkatnya jumlah kemiskinan ini di sebabkan oleh kurang berkembangnya kreatifitas dari masyarakat untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri hal tersebut bukan tanpa alasan karena untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri membutuhkan keterampilan dan keahlian  khusus yang mana untuk mendapatkan itu semua masyarakat membutuhkan sarana pendidikan , sedangkan di negeri kita ini sarana pendidikan masih belum dapat dirasakan semua rakyatnya  karena faktor kemiskinan .

Diatas merupakan contoh atau dampak yang diakibatkan jumlah penduduk yang padat , namun 
disamping itu ternyata pemerintah pun tidak tinggal diam , pemerintah juga beberapa kali melakukan upaya untuk mengurangi kepadatan penduduk dan dampak yang diakibatkannya , yaitu dengan cara : 

1.      Mengadakan program KB
2.      Menekan tingginya tingkat transmigrasi dengan cara mengembalikan kembali para transmigran ke  
               kota asal mereka 
3.      Pemecahan secara otoritatif
4.      Pemecahan secara ilmiah
5.      Pemecahan secara metafisik

Namun masyarakat yang demikian juga memiliki beberapa permasalahan , diantranya :

       1.  Masyarakat yang memiliki aliran/perkumpulan/kebudayaan akan cenderung menganggap bahwa apa  yang dia geluti atau lakukan adalah  benar dan menganggap masyarakat yang tidak ikut serta didalamnya adalah salah , sehingga sering terjadi konflik antara penganut/aliran-aliran yang didalamnya terdapat beberapa masyarakat dan ini merupakan permasalahan yang harus segera diselesaikan .

        2.  Masyarakat yang mengaku sebagai fans fanatik seseorang atau dalam artian masyarakat ini membuat sebuah perkumpulan yang isinya yaitu membela apa yang dilakukan oleh seseorang tersebut 
meskipun apa yang dilakukan tersebut salah dimata orang lain yang tidak tergabung didalamnya . 

http://thomfilezone.blogspot.com/2011/10/masalah-dan-solusi-akibat-adanya.html

CONTOH KASUS

Kebudayaan Ngaben di Bali

Ada beberapa pendapat ttg asal kata ngaben. Ada yg mengatakan ngaben dari kata beya yg artinya bekal, ada juga yg mengatakan dari kata ngabu (menjadi abu), dll. Dalam Hindu diyakini bahwa Dewa Brahma disamping sbg dewa pencipta juga adalah dewa api. Jadi ngaben adalah proses penyucian roh dgn menggunakan sarana api sehingga bisa kembali ke sang pencipta yaitu Brahma. Api yg digunakan adalah api konkrit untuk membakar jenazah, dan api abstrak berupa mantra pendeta utk mem-pralina yaitu membakar kekotoran yg melekat pada atma/roh.Upacara Ngaben atau sering pula disebut upacara Pelebon kepada orang yang meninggal dunia, dianggap sangat penting, ramai dan semarak, karena dengan pengabenan itu keluarga dapat membebaskan arwah orang yang meninggal dari ikatan-ikatan duniawinya menuju sorga, atau menjelma kembali ke dunia melalui rienkarnasi.

Karena upacara ini memerlukan tenaga, biaya dan waktu yang panjang dan besar, hal ini sering dilakukan begitu lama setelah kematian.Untuk menanggung beban biaya, tenaga dan lain-lainnya, kini masyarakat sering melakukan pengabenan secara massal / bersama. Jasad orang yang meninggal sering dikebumikan terlebih dahulu sebelum biaya mencukupi, namun bagi beberapa keluarga yang mampu upacara ngaben dapat dilakukan secepatnya dengan menyimpan jasad orang yang telah meninggal di rumah, sambil menunggu waktu yang baik. Selama masa penyimpanan di rumah itu, roh orang yang meninggal menjadi tidak tenang dan selalu ingin kebebasan. Hari baik biasanya diberikan oleh para pendeta setelah melalui konsultasi dan kalender yang ada. Persiapan biasanya diambil jauh-jauh sebelum hari baik ditetapkan. Pada saat inilah keluarga mempersiapkan “bade dan lembu” terbuat dari bambu, kayu, kertas yang beraneka warna-warni sesuai dengan golongan atau kedudukan sosial ekonomi keluarga bersangkutan

Prosesi ngaben dilakukan dgn berbagai proses upacara dan sarana upakara berupa sajen dan kelengkapannya sbg simbol-simbol seperti halnya ritual lain yg sering dilakukan umat Hindu Bali. Ngaben dilakukan untuk manusia yg meninggal dan masih ada jenazahnya, juga manusia meninggal yg tidak ada jenazahnya spt orang tewas terseret arus laut dan jenazah tdk diketemukan, kecelakaan pesawat yg jenazahnya sudah hangus terbakar, atau spt saat kasus bom Bali 1 dimana beberapa jenazah tidak bisa dikenali karena sudah terpotong-potong atau jadi abu akibat ledakan.

Untuk prosesi ngaben yg jenazahnya tidak ada dilakukan dengan membuat simbol dan mengambil sekepal tanah dilokasi meninggalnya kemudian dibakar. Banyak tahap yg dilakukan dalam ngaben. Dimulai dari memandikan jenazah, ngajum, pembakaran dan nyekah. Setiap tahap ini memakai sarana banten (sesajen) yg berbeda-beda. Ketika ada yg meninggal, keluarganya akan menghadap ke pendeta utk menanyakan kapan ada hari baik utk melaksanakan ngaben. Biasanya akan diberikan waktu yg tidak lebih dari 7 hari sejak hari meninggalnya.Setelah didapat hari H (pembakaran jenazah), maka pihak keluarga akan menyiapkan ritual pertama yaitu nyiramin layon(memandikan jenazah). 

Jenazah akan dimandikan oleh kalangan brahmana sbg kelompok yg karena status sosialnya mempunyai kewajiban untuk itu. Selesai memandikan, jenazah akan dikenakan pakaian adat Bali lengkap. Selanjutnya adalah prosesi ngajum, yaitu prosesi melepaskan roh dengan membuat simbol2 menggunakan kain bergambar unsur2 penyucian roh.

Pada hari H-nya, dilakukan prosesi ngaben di kuburan desa setempat. Jenazah akan dibawa menggunakan wadah, yaitu tempat jenazah yg akan diusung ke kuburan. Wadah biasanya berbentuk padma sbg simbol rumah Tuhan. Sampai dikuburan, jenazah dipindahkan dari wadah tadi ke pemalungan, yaitu tempat membakar jenazah yg terbuat dari batang pohon pisang ditumpuk berbentuk lembu.Disini kembali dilakukan upacara penyucian roh berupa pralina oleh pendeta atau orang yg dianggap mampu untuk itu (biasanya dari clan brahmana). 

Pralinaadalah pembakaran dgn api abstrak berupa mantra peleburan kekotoran atma yg melekat ditubuh. Kemudian baru dilakukan pembakaran dgn menggunakan api kongkrit. Jaman sekarang sudah tidak menggunakan kayu bakar lagi, tapi memakai api dari kompor minyak tanah yg menggunakan angin.Umumnya proses pembakaran dari jenazah yg utuh menjadi abu memerlukan waktu 1 jam. Abu ini kemudian dikumpulkan dalam buah kelapa gading untuk dirangkai menjadi sekah. Sekah ini yg dilarung ke laut, karena laut adalah simbol dari alam semesta dan sekaligus pintu menuju ke rumah Tuhan. Demikian secara singkat rangkaian prosesi ngaben di Bali. Ada catatan lain yaitu utk bayi yg berumur dibawah 42 hari dan atau belum tanggal gigi, jenazahnya harus dikubur. 

Ngabennya dilakukan mengikuti ngaben yg akan ada jika ada keluarganya meninggal.Status kelahiran kembali roh orang yang meninggal dunia berhubungan erat dengan karma dan perbuatan serta tingkah laku selama hidup sebelumnya. Secara umum, orang Bali merasakan bahwa roh yang lahir kembali ke dunia hanya bisa di dalam lingkaran keluarga yang ada hubungan darah dengannya. Lingkaran hidup mati bagi orang Bali adalah karena hubungannya dengan leluhurnya.

Setiap orang tahu bahwa di satu saat nanti dia akan menjadi leluhur juga, yang di dalam perjalannya di dunia lain harus dipercepat dan mendapatkan perhatian cukup bila sewaktu-waktu nanti kembali menjelma ke Pulau yang dicintainya, Pulau Bali.
 http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/11/01/budaya-ngaben-di-bali-605852.html

PENDAPAT PRIBADI 

Penduduk, masyarakat dan kebudayaan adalah komponen yang saling berkaitan satu sama lain. Penduduk merupakan komponen terkecil hingga kebudayaan yang terbesar.
Penduduk dan kemasyarakatan akan menciptakan sebuah kebudayaan yang berasal dari hasil pemikiran dua komponen tersebut, sehingga jika tidak ada komponen penduduk dan masyarakat maka tidak akan terbentuk sebuah kebudayaan.